Cat Epoxy atau Epoxy Coating, Anda Tahu Perbedaannya?

Ikhtisar

  • Miskonsepsi dasar tentang penyebutan istilah ‘cat epoxy’ dan ‘epoxy coating’, keduanya berarti sama adalah epoxy.
  • Epoxy coating bukanlah cat, meskipun memiliki sifat yang sama dimana pengaplikasiannya dapat berhasil dan gagal.
  • Istilah ‘cat epoxy’ muncul dari terminologi yang digunakan orang saat mereka mencari epoxy coating.
  • Penyebutan ‘cat epoxy’ ternyata jauh lebih menjual dan mudah diucap ketimbang epoxy coating dan banyak produsen menggunakannya hingga kini.

Sebuah cerita menarik dari seorang pemilik rumah yang ingin mengaplikasikan cat lantai ke lantai garasi mereka. Mereka bertanya, mana yang harus diaplikasikan untuk garasi saya, cat epoxy atau epoxy coating? Apakah ada perbedaaan diantara keduanya? Jika ya, mana yang terbaik?

Untuk lebih mudah menjawabnya. Kita tentu perlu tahu dasar-dasarnya epoxy coating, terutama perbedaan antara cat, cat epoxy, dan epoxy coating (pelapis epoksi).

Miskonsepsi dasar yang ingin kami bahas adalah bahwa epoxy coating bukanlah cat (mungkin Anda kurang setuju tapi baca dulu sampai akhir). Cat lantai untuk garasi biasanya menggunakan lateks akrilik. Banyak produsen cat lantai akrilik lateks yang menawarkan cat dengan kandungan epoksi (dengan jumlah minim) dalam komposisinya dan mereka menyebutnya sebagai cat epoxy. Memang memiliki daya rekat cukup kuat dan ketahanan yang lebih baik daripada cat akrilik standar, namun ini bukanlah cat epoxy tapi tetap cat lantai lateks akrilik.

Istilah “cat epoxy” muncul dari terminologi yang digunakan orang saat mereka mencari epoxy coating. Mengikuti istilah yang diserap pasar, maka banyak produsen epoxy coating memutuskan untuk menggunakan istilah “cat epoxy” untuk menyebut epoxy coating.

Akibatnya, istilah ini membingungkan bagi sebagian konsumen. Mengapa? Karena mereka pun menganggap cat akrilik (yang dijual dengan nama cat epoxy) juga sebagai epoxy coating padahal sangat berbeda.

Apa itu epoxy coating?

Epoxy adalah campuran antara resin epoxy dan hardener / katalis. Kedua kimia dicampur secara bersama sebelum aplikasikan. Setelah pencampuran ada batasan waktu dan suhu. Jika ingin memberikan warna pada epoxy coating, maka perlu resin yang berwarna sesuai keinginan. Jika tidak diwarnai, disebut sebagai clear coating.

Pengaplikasian epoxy coating dapat berhasil dan gagal, sama seperti sifat cat. Namun tidak sepenuhnya memiliki sifat seperti cat, pencampuran kedua kimia tersebut memulai proses reaktif yang menciptakan cross-linking kimia saat mengering. Keterkaitan silang ini memberikan permukaan yang sangat keras dan tahan lama, dimana akan menyegel beton dan membuatnya tahan terhadap abrasi juga bahan kimia. Seberapa kuat ketahanan dan kinerja lapisan epoxy biasanya ditentukan oleh kualitas dan kandungan padatan dari epoksi yang digunakan. Sampai disini Anda tentu sudah memahami perbedaan cat dengan epoxy coating, bukan?

Tingkat kesulitan pengaplikasian epoxy tergantung dari kandungan padatannya

Kemudahan penerapan dan ketebalan epoxy coating juga tergantung pada volume kandungan padatan. Biasanya ditampilkan sebagai persentase. Sebagai contoh, epoxy padatan 100% atau 100% solids epoxy, iniberarti hasil 100% akan didapat saat lapisan epoxy di lantai mengering. Untuk epoxy padatan 50% atau 50% solids epoxy, ini berarti Anda akan memiliki hasil 50% akan didapat saat lapisan epoxy di lantai mengering. Ada pula jenis epoxy coating yang tergantung pada bahan pengisi atau filler, yakni air atau solvents sebagai pelarutnya.

Sebagai contoh, epoxy padatan 100% yang diaplikasikan dengan roller memiliki perkiraan ketebalan lapisan film basah (WFT) 10 mils. Setelah mengering, ketebalan film kering (DFT) tetap pada 10 mils. Sedangkan untuk epoxy padatan 50% akan mengalami pengurangan ketebalan lapisan saat mengering.

Epoxy padatan 100% lebih sulit untuk diaplikasikan karena viskositas lebih tinggi (tebal) dan waktu yang terbatas untuk pengaplikasiannya. Epoxy coating dengan kandungan padatan yang lebih rendah memiliki viskositas lebih rendah yang membuat lebih mudah untuk diterapkan.

Sebagai contoh, salah satu produk kit epoxy (yang mungkin dijual di supermarket home improvement) dengan padatan sebesar 48%. Akan jauh lebih mudah untuk diaplikasikan dan juga pastinya lebih murah, karena kandungan padatannya yang jauh lebih rendah, sebanding dengan kualitasnya. Ini dapat diaplikasikan di lantai hampir semudah pengaplikasian cat.

Perlu diingat bahwa ini juga berarti hasil akhir lapisan epoxy lantai akan jauh lebih tipis. Dampaknya akan mempengaruhi kinerja dan daya tahan lapisan lantai bila dibandingkan dengan merk epoxy coating dengan kandungan padatan yang lebih tinggi.

Apakah ini berarti bahwa produk kit epoxy ini buruk? Tidak juga, Anda mendapatkan apa yang Anda bayarkan.

Kesimpulannya, jangan tertipu dalam permainan nama dalam marketing saat menentukan apa yang ingin Anda terapkan ke lantai Anda. Seperti yang Anda telah pahami, cat epoxy dan epoxy coating berarti hal yang sama. Keduanya adalah pelapis epoxy atau sah saja kalau ingin menyebut cat lantai atau cat epoxy lantai.

Tanyakan Lebih Detail Tentang Epoxy Disini

Follow our social media
Recent Posts
Hubungi Tim Ezzer

Nullam quis risus eget urna mollis ornare vel eu leo. Aenean lacinia bibendum nulla sed 

Nullam quis risus eget urna mollis ornare vel eu leo. Aenean lacinia bibendum nulla sed